Sikapi Kedatangan 50 Aktivis Pro Papua Merdeka!
Print
Email
Created on Sunday, 18 August 2013 19:24
Published Date
Warga Papua melakukan
Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menegaskan, pemerintah Indonesia harus bertindak tegas terhadap dua kapal yang mengangkut sekitar 50 orang aktivis pro Papua Merdeka, yang bertolak dari Australia menuju Papua. Menurutnya, masalah Papua harus diselesaikan sebaik-baiknya oleh pemerintah, tanpa intervensi negara lain.
"Sehubungan dengan informasi adanya dua buah kapal dari Australia yang mengangkut kurang lebih 50 orang aktivis pro Papua Merdeka sedang bertolak ke Papua, dalam hal ini pemerintah Indonesia harus bertindak tegas," tandas Hasanuddin, di Jakarta, Minggu (18/8).
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menilai, Papua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti juga sudah diikrarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidatonya pada 16 Agustus 2013.
Hasanuddin menuturkan, dalam pidatonya pada 16 Agustus tersebut, Presiden Yudhoyono menyebutkan, bahwa NKRI harga mati. Maka, pertahankanlah keutuhan NKRI dengan cara apapun dan tak ada kompromi apa pun.
Menurutnya, kedatangan aktivis pro Papua Merdeka tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap semangat separatisme di bumi Papua yang sedang ada masalah. "Kalau mereka datang untuk membuat disintegrasi bangsa ini, aparat harus tegas mencegahnya. Tapi kalau sekadar sebagai turis di Bali, ya biarkan saja," nilainya.
Ia menyatakan sepakat masalah Papua harus diselesaikan sebaik-baiknya oleh pemerintah Indonesia sendiri, tanpa intervensi orang lain atau negara manapun. Pemerintah Indonesia harus menunjukan solusi terbaik kepada dunia, bahwa Indonesia mampu menyelesaikan masalah dalam negerinya secara damai dan beradab.
"Jangan biarkan masalah Papua terkatung-katung, bahkan membuat orang lain pun ikut jengkel," pungkasnya. (IS) 

