Sample Text

Sample text

Social Icons

papua. Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Followers

Featured Posts

Latest Post

Sikapi Kedatangan 50 Aktivis Pro Papua Merdeka!

Written By Unknown on Selasa, 20 Agustus 2013 | 21.04

Sikapi Kedatangan 50 Aktivis Pro Papua Merdeka! Print Email Created on Sunday, 18 August 2013 19:24 Published Date Warga Papua melakukan Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menegaskan, pemerintah Indonesia harus bertindak tegas terhadap dua kapal yang mengangkut sekitar 50 orang aktivis pro Papua Merdeka, yang bertolak dari Australia menuju Papua. Menurutnya, masalah Papua harus diselesaikan sebaik-baiknya oleh pemerintah, tanpa intervensi negara lain. "Sehubungan dengan informasi adanya dua buah kapal dari Australia yang mengangkut kurang lebih 50 orang aktivis pro Papua Merdeka sedang bertolak ke Papua, dalam hal ini pemerintah Indonesia harus bertindak tegas," tandas Hasanuddin, di Jakarta, Minggu (18/8). Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menilai, Papua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti juga sudah diikrarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidatonya pada 16 Agustus 2013. Hasanuddin menuturkan, dalam pidatonya pada 16 Agustus tersebut, Presiden Yudhoyono menyebutkan, bahwa NKRI harga mati. Maka, pertahankanlah keutuhan NKRI dengan cara apapun dan tak ada kompromi apa pun. Menurutnya, kedatangan aktivis pro Papua Merdeka tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap semangat separatisme di bumi Papua yang sedang ada masalah. "Kalau mereka datang untuk membuat disintegrasi bangsa ini, aparat harus tegas mencegahnya. Tapi kalau sekadar sebagai turis di Bali, ya biarkan saja," nilainya. Ia menyatakan sepakat masalah Papua harus diselesaikan sebaik-baiknya oleh pemerintah Indonesia sendiri, tanpa intervensi orang lain atau negara manapun. Pemerintah Indonesia harus menunjukan solusi terbaik kepada dunia, bahwa Indonesia mampu menyelesaikan masalah dalam negerinya secara damai dan beradab. "Jangan biarkan masalah Papua terkatung-katung, bahkan membuat orang lain pun ikut jengkel," pungkasnya. (IS)

Lima Anggota Papua Merdeka Menyerah

Lima Anggota Papua Merdeka Menyerah OPM pimpinan Engga Kiwo biasanya bergerilya di pegunungan Papua. ddd Selasa, 6 Agustus 2013, 13:45 Hadi Suprapto, Banjir Ambarita (Papua) Pasukan OPM Pasukan OPM (Banjir Ambarita/Papua) BERITA TERKAIT BIN: Selama OPM Masih Ada, Aksi Penembakan Terus Terjadi Ambulan Ditembaki di Papua, 1 Orang Tewas TNI Baku Tembak dengan Sipil Bersenjata di Papua Ulang Tahun OPM, Bintang Kejora Berkibar di Papua HUT OPM, Polda Papua Tak Tingkatkan Kewaspadaan VIVAnews - Sebanyak lima anggota Organisasi Papua Merdeka pimpinan Engga Kiwo menyerahkan diri ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga menyerahkan sejumlah senjata api dalam sebuah upacara pernyataan sikap kembali ke NKRI di halaman Koramil 1702 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Selasa 6 Agustus. Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih Lismer Lumban Siantar mengatakan, lima anggota yang menyerahkan diri itu Engga Kiwo Alias Tola beserta empat pengikutnya. "Mereka juga menyatakan sikapnya secara tertulis maupun lisan setia dengan NKRI," katanya. Menurut Lismer, OPM pimpinan Engga Kiwo selama kini bergerilya di wilayah pegunungan Papua, tepatnya di Lany Jaya. Upacara serah terima itu dihadiri Kapolres Lanny Jaya AKBP Jafar Sadik, Danyon 756/WMS Mayor Inf Tamimi Kusuma, dan Danramil Tiom Kapten Inf Yohanes T. Dalam upacara itu, dilaksanakan penyerahan secara simbolis senjata Revolfer kepada TNI/Polri dan penyerahan bendera merah putih dari TNI sebagai simbol mereka sudah sah menjadi warga negara Indonesia.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERTIAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Premium Blogger Template